
Selaras antara Walimurid, Guru, dan Sekolah
Masa Pengenalan Laingkungan Sekolah (MPLS) sedang berjalan di hampir semua Madrasah maupun Sekolah di Indonesia. Beberapa sekolah memulai kegiatan MPLS dengan berbagai jenis penguatan dan pengenalan lingkungan. Rangkaian MPLS selain untuk anak didik juga diadakan untuk orang tua. MPLS untuk orang tua salah satunya adalah dengan kegiatan parenting, seperti dilakukan oleh MI Al Amin, Lembaga Pendidikan dalam naungan Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan. Kegiatan parenting ini dilakukan di aula selatan Yayasan Al Amin, pada tanggal 12 Juli 2026, pukul 08.00 – 11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 155 walimurid dan 28 guru beserta staf MI Al Amin.
Ketua Yayasan menyambut baik kegiatan parenting yang mengundang narasumber Bapak Khoirun Nasik, SHI. Untuk menyelaraskan kurikulum di sekolah dan di rumah, maka perlu orang tua dan guru ini bertemu, membahas kegiatan anak-anak. Dengan sinergi antara guru dan orang tua, maka akan tercipta ruang pendidian yang beradab dan berkarakter. Anak aman dan nyaman belajar, karena kurikulum sudah diintegrasikan dengan kegiatan di rumah.

Founder Yayasan Asabangsa Cendekia dan Trainer Griya Parenting Indonesia ini mengajak para orang tua memahami situasi dan program sekolah. Selain itu juga menyamakan frekuensi agar selaras antara pendidikan di rumah dan di sekolah. Tentunya, dengan segala dukungan yang dibutuhkan termasuk biaya pendidikan dan peningkatan fasilitas sekolah.
Anak tidak dapat memilih siapa orang tuanya dan orang tuapun tidak dapat menolak siapa yang menjadi anaknya. Karena itu, maka mari kita maksimalkan apa yang telah dianugerakan oleh Allah kepada kita. Semua anak adalah unik. Mempunyai kemampuan belajar
Ibu sebagai madrasatul ula bagi anak-anaknya menjadikan lisan ibu ini sebagai doa yang mustajabah. Marahnya Ibu yang keluar dari lisan Ibu adalah doa. Maka, selalu doakan anak-anakmu dengan doa yang baik dan mampu menembus langit karena diucapkan terus menerus. Ibunda Syeh Sudais dalam menyikapi anaknya, “Anakku, kamu sangat aktif, maka pergilan menjadi Imam Masjidil Haram.” Doa yang terus menerus dengan kesungguhan hati, akhirnya diijabahi Allah, Syeh Sudais menjadi Imam Masjidil Haram. Bagaimana dengan doa kita sebagai ibu dari anak-anak kita? Sudahkah lisan kita terjaga jadi bahasa kecaman kepada anak-anak kita? Sudahkah lisan kita terjaga dari melabeli anak-anak kita dengan kata-kata kita yang kurang baik?
Mari Ibu-Ibu semua, kita mengucap kata dan doa yang baik dalam menyikapi anak-anak kita. Bapak-bapak juga mengingatkan para Ibu-Ibu untuk selalu bertutur baik dan menyediakan lingkungan agar masa tumbuh anak-anak bahagia dan penuh nutrisi fisik dan jiwanya.
🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id
Alhamdulillah barokallah
Banyak sekali profesinya….semoga sekat selalu dan sukses
Aamiin, matur nuwun Pak Yusuf.
Bagus sekali, saya setuju dengan pendapat Ibu dr. Izzuki. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, pemaparan materi juga insyaAllah mengena di hati para wali murid. Semoga moment ini menjadi moment belajar sekaligus instrospeksi bagi kita semua, bahwa kita sebagai ibu juga sebagai pendidik, amat sangat penting untuk menjaga tutur lisan kita tetap positif demi tumbuh kembang anak yang baik.
علموا اولادكم بغيرماعلمتم فانهم خلق لزمان غير زمانكم
Bismillah, dibawah Ibu Kepala Sekolah yang disiplin, in syaa Allah anak-anak me jadi lebih mantap dan berkualitas. Bismillah