
PDS PatKLIn: Bukan Sekedar Tempat Berkumpul
Sebuah organisasi membutuhkan komitmen dan dan sumber daya yang saling melengkapi. Perhimpunan Dokter Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) adalah sebuah organisasi profesi yang beranggotakan dokter spesialis PatKLIn dan anggota muda (Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PPDS PK)) yang dibawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hari ini digelar rapat pengurus pusat PDS PatKLIn, yang dikomandoi oleh Sekjen PP, dr. Iqomah Diyanah, Sp.PK.
Rapat Pengurus Pusat PDS PatKLIn kali ini bukanlah sekadar ajang temu rutin atau silaturahmi biasa. Lebih dari itu, setiap pertemuan adalah ruang strategis untuk meneguhkan komitmen, menyelaraskan visi, dan melahirkan kebijakan nyata bagi kemajuan ilmu Patologi Klinik di Indonesia. Kami berkumpul dan berbincang untuk merumuskan langkah konkret: meningkatkan kompetensi anggota, mengadvokasi kebijakan kesehatan yang berbasis laboratorium klinik, serta mengawal mutu pelayanan pasien. Setiap suara dalam rapat ini adalah denyut perubahan untuk rumah kita, PDS PatKLIn.
Rapat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) sore ini sangat dinamis. Sebelum para PIC bidang dan pokja memberikan update kegiatan selama periode 2025 – 2028 ini berjalan, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK. Subsp.BDKT.(K)., Subsp.K.V(K). memberikan arahan dan pemantik untuk para pengurus pusat agar lebih menjiwai menjadi bagian dari PDS PatKLIn.
Budaya kerja yang baik didukung adanya komunikasi yang solid dan adaptif membuat kerja sama antar bidang dan kelompok kerja berjalan lancar dan bersinergi. “Banyak peluang yang muncul dan tantangan yang harus kita hadapi dalam mengembangkan profesi kita.” sambutan pembuka Bapak Ketua kita. PDS PatKLIn sebagai rumah bukan sekedar tempat kita berkumpul, bagaimana kita tetap bermakna, dipecaya dan bermanfaat bagi masyarakat. Bagaimana sebagai pengurus saling menguatkan untuk tetap bermanfaat bagi anggota PDS PatKLIn pada khususnya dan masyarakat umumnya.
Sebanyak 2.176 pada bulan Mei 2026 ini jumlah anggota PDS PatKLIn tersebar diseluruh nusantara, namun ada proporsi yang tdiak merata, dengan beberapa wilayah yang mempunyai jumlah lebih besar seperti di Pulau Jawa. Hal ini membuat organisasi perlu menguatkan anggotanya agar dapat terpenuhi pendidikan melalui Continuing Medical Education (CME), terpenuhinya berbagai bentuk kolaborasi dan juga kebutuhan advokasi dapat difasilitasi oleh perhimpunan.
Rumah besar PDS PatKLIn adalah tujuan mudik kita semua, saat kita berkarya dan berkontribusi diberbagai tempat, tapi PDS PatKLIn adalah tujuan kita bersama. Pengurus pusat periode ini sudah berjalan 5 bulan, itu berarti 5 dari 36 bulan (3 tahun periode kepengurusan) mengharuskan kita mengolaborasikan kegiatan kita.
Dengan berkembangnya Artificial Intelligence (AI), kita tidak mungkin tidak menggunakan atau tidak bekerja sama dengan AI ini. Organisasi profesi kemungkinan harus aktif mengatur bagaimana melakukan validasi AI, bagaimana etika penggunaan data, bagaimana mengelola bias algoritma, bagaimana keamanan diagnostik dan lain sebagainya. Sebagai pengurus kita berperan menjadi penjaga “human meaning” dalam pelayanan kesehatan, bukan hanya sekedar bagaimana melakukan pemeriksaan laboratorium? Tetapi bagaimana memastikan teknologi digunakan secara benar, adil, aman dan tetap manusiawi? Bagaimana kita dapat memosisikan diri kita agar tetap beramanfaat dan berkembang bersama teknologi yang semakin berkembang? Inilah PR kita bersama dengan adanya AI ini.

Bagaimana PDS PatKLIn menjaga agar tugas dan fungsi kia tetap sama. Bagaimanapun, kita harus menjaga solidaritas, kebersamaan dan saling mendukung sesama bukan hanya untuk pengurus tapi juga untuk anggota PDS PatKLIn. Semua dilakukan untuk kepentingan bersama.
Lebih dari itu, kebersamaan dalam rapat ini adalah bukti kepedulian kolektif. Ketika kita mendengar laporan dari bidang ilmiah, penelitian dan CME, bidang labkesmas, bidang khusus IJCPML, pokja infeksi, subpokja HIV/TB. Subspokja PPI/PRA, dan pokja lain dari wakil ketua I, bidang advokasi, bidang organisasi, pokja molekular dan lainnya dari wakil ketua II dan III, kita sedang memupuk semangat bahwa tidak ada anggota yang berjuang sendirian. Ketika kita berdebat tentang kebijakan, kita sedang menanamkan nilai profesionalisme dan akuntabilitas. Dan ketika kita mencapai mufakat, kita sedang membuktikan bahwa organisasi ini hidup, bernapas, dan terus bergerak.
PDS PatKLIn adalah rumah bersama, tetapi juga adalah mesin gerak profesi. Mari buktikan bahwa kebersamaan kita melahirkan karya, bukan sekadar keramaian. Dari pengurus pusat, mengalir dampak untuk seluruh anggota dan masyarakat.
🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan, SMA https://www.smasalaminpaciran.sch.id/; SMP https://smpalaminpaciran.sch.id/index.php
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id