Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Story

Menikmati Budugasu (Part 1)

By Izzuki Muhashonah
August 30, 2026 2 Min Read
0

Ajakan untuk mbolang dadakan menjadi trend saat ini. Ada saja yang namanya teman mengajak ikut serta dalam kegiatan alam tanpa rencana matang dan jadwal terstruktur. Tapi justru saat seperti itulah kegiatan tersebut dapat terlaksana lancar dan sukses. Saat Mbak Silvi bercerita akan menaik Budugasu, otomatis saya menanya, di mana itu? “Singosari, Bund.” Jawab Mbak Silvia. Wah, beneran Mba, Aku gabung deh. Spontan saya mengingat ada kegiatan KangMas terkait SPSI di Batu. Kami menginap di Singhasari Resort.

Ahad pagi, 19 Juli 2026, pukul 05.00 WIB, saya diantar oleh KangMas menuju parkiran Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB). Menyampai di BBIB, saya menaik shutle dengan membayar Rp 20.000,-. Sampai di tempat parkir shutle saya menelpun Mbak Silvi dan meminta penjemputan. Jaran antara parkiran shutle sekitar 750 meter, khawatir menanti lebih lama, akhirnya jemputan jadi solusi.Ternyata yang datang adalah Cak Munali, dengan kostum yang sama, kostum Mapara putih, sama dengan yang saya pakai saat itu.

Akhirnya saya menyampai di Parkiran Budugasu. Terlihat lebih dari 50 motor terlihat. Itu berarti minimal sudah ada 100 orang yang sudah menaik Budugasu. Ramai, namun masih tetap terkendali. Kita berfoto sejenak, satu…. dua… tiga…. Mas Aksa memberi aba-aba. Mas Aksa adalah putra pertama Cak Munali dan Mbakyu Silvia, berkuliyah di Teknik Fisika ITS. Semoga tercapai cita-citamu Mas Aksa, Aamiin.

Gelang Budugasu, 1422 mdpl

Pendakian Budugasu ini kami berlima, saya bersama keluarga Cak Munali. Dengan berjalan pelan, saya menjadi paling belakang, seperti pupuk bawang. Mesipun pelan, tapi pasti saya akhirnya menyampai puncak. Tidak ngoyo, alon-alon pokok kelakon.

Pemandangan alam pertama yang kita lalui adalah perkebunan teh Wonosari. Masyaa Allah, terasa sangat sejuk pemandangan ini. Hamparan pohon perdu teh berpadu dengan langit biru bersih. Teringat cerita anak, Teletubbies, saya bersama Mbakyu Silvi dan Putri Haliz bermain cilukbaaa di rerumbunan perdu teh tersebut

Jalan selanjutnya yang kila lalui adalah jalanan berbatu, batu yang telah tertata rapi. Kanan kiri dipenuhi pemandangan pohon pinus dengan bau pinusnya yang khas. Sangat memanjakan mata kita. Jeprat jepret akhirnya kita menyampai di ticketing kedua. Pertama membeli Rp 15.000,- kedua membeli tiket Rp 10.000,-

Setelah dari ticketing kedua, kita diberi pilihan jalan. Nah, jalan mana yang kita tempuh? Nikmati cerita selanjutnya untuk menyampai di ketinggian 1.400 mdpl.

🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id

Post Views: 14

Tags:

Clinical PathologistDokter Spesialis Patologi KlinikEmpowering and EnlighteningGunung ArjunoIRo-SocietyIzzuki MiftahIzzuki MuhashonahPanorama gunungPuncak Budugasu
Author

Izzuki Muhashonah

Clinical pathologist

Follow Me
Other Articles
Previous

Ladang Bunga Matahari

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    • About Me
    • Article
    • Hobbies

    Kategori

    • About me
    • Article
    • Fiksi
    • Healthy
    • Hobbies
    • KSJM
    • Mapara
    • News
    • Opini
    • Resensi
    • Story

    444184
    Total Visitors
    117
    Visitors Today
    33
    Live visitors

    New title

    444184
    Total Visitors

    New title

    117
    Visitors Today
    Copyright 2026 — Izzuki Muhashonah. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme