Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Story

Ladang Bunga Matahari

By Izzuki Muhashonah
July 22, 2026 3 Min Read
0

Setelah kami puas berputar-putar di dalam Wisata Dusun dan Kuliner akhirnya kami bergerak menuju air terjun Coban Lanang. Nah pada saat menyampai di tempat parkir Coban Lanang, Bunda Eka memberitahu saya, kalau sebelum ke Coban Lanang, kita dapat melihat-lihat ladang Bunda Matahari. Secara otomatis, saya melihat sekeliling, dan taraaaa…. ada terlihat arah panah menuju ladang Bunga Matahari. Nah karena penasaran maka kita segera bergerak berjalan menuju ladang Bunga Matahari tersebut

Perjalanan menuju ladang Bunga Matahari dari tempat parkir Coban Lanang membutuhkan waktu hanya 5 menit. Kita menyusuri tepian tanaman mawar merah dan di antara parit kecil tempat air mengalir sekitarnya. Sampai di ujung pematang mawar tersebut, belum terlihat adanya rimbun Bunga Matahari. Di sana kita menemui loket menuju ladang. Tepat di loket kecil pintu masuk ladang bunga matahari di sana kita harus membeli tiket seharga 20.000 per orang. Selain mendapat gelang tanda masuk, kita dapat meminjam keranjang untuk memetik bunga serta topi untuk menghindari panas. Setelah keluar dari ladang, di sana kita juga mendapat bonus satu tangkai bunga selain Bunda Matahari.

Setiap tangkai Bunga Matahari di ladang ini bernilai Rp 10.000,-. Apabila kita memetik dan membawa pulang bunga matahari kita harus membayar Rp10.000 pertangkai. Ketika kita menanya mengapa ladang Bunga Matahari justru kita harus membeli bunga matahari? Jawabannya adalah karena stok Bunga Matahari di sana sedang menipis dan tidak mungkin untuk dipanen oleh pengunjung.

Kita menikmati Bunga Matahari di Ladang Bunga Matahari, yang berwarna kuning kemasan. Bunga-bunga Matahari ini bermekaran sempurna dibawah panorama Gunung Panderman yang membentang di sebelah sisi kanan ladang. Langit biru berawan putih bersih menaungi dengan terik membawa kita dalam kesenangan tersendiri. Tatkala ditempat lain langit terlihat keruh dan suram, di Kota Batu terlihat indah, menawan dan memesona dengan warna biru kontras dengan putih bersih.

Bunga Matahari sedang bermekaran (Dokumen Izzuki, 2026)

Setelah kita memakai gelang registrasi, kita meminjam satu keranjang. Kemudian kita memasuki ladang matahari. Pemandangan di ladang adalah hamparan daun hijau dengan bunga kuning keemasan. Ladang Bunda Matahari ini memiliki ukuran ladang yang tidak terlalu lebar, tidak terlalu luas, namun cukup untuk menikmati Bunga Matahari. Sepanjang mata memandang terlihat Bunga Matahari berwarna kuning keemasan dan menawan. Tinggi bunga matahari setinggi manusia yang lewat. Beberapa sudut di antaranya diletakkan kaca cermin maupun aksesoris lainnya untuk tempat berfoto.

Jadi tergantung siapa yang mengambil foto dan tergantung bagaimana teknik pengambilan foto juga menata barang barang yang ada di sana sehingga terlihat eye catching dan juga terlihat Instagrambel. Beragam kursi disediakan, kursi yang cantik-cantik dan kaca cermin juga disediakan sebagai alat pada spot foto. “Mari Bu, kita berpose bergantian, termasuk mengambil video bergantian”.

Menurut Wikipedia, Bunga Matahari mempunyai kemampuan mengikuti arah sinar matahari (heliotropisme) akan mengikuti sinar matahari ke timur dan ke barat setiap hari dan terakhir Bunga Matahari yang dewasa akan menghadap konstan ke arah timur. Bunga ini sebenarnya bukan bunga tunggal, melainkan ribuan bunga kecil yang membentuk satu kepala. Bagian tengah yang berwarna cokelat bukanlah satu bunga, melainkan kumpulan 1.000 hingga 2.000 bunga-bunga kecil (floret) yang disatukan. Tanaman ini juga membersihkan racun radioaktif dari tanah, sangat efektif menyerap racun dan logam berat.

Dengan mengunjungi Ladang Bunga Matahari kita dapat mensyukuri anugerah Ilahi, bertadabbur alam dari kepositifan Bunga Matahari. Bunga Matahari mengajarkan kita selalu optimis pada kebaikan, dengan mengikuti sinar matahari, mengajarkan kita agar tetap fokus pada hal positif. Sinar matahari yang tak lelah menyinari dunia, tetap setia disemua keadaan. Bunga Matahari pun selalu dapat ditanam dalam kondisi tanah yang beragam, menggambarkan harapan dan kekuatan hidup yang tinggi.

🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id

Post Views: 10

Tags:

Clinical PathologistDokter Spesialis Patologi KlinikIzzuki MiftahIzzuki MuhashonahKota BatuLadang Bunga MatahariLiterasiPIPMI Ibu-Ibu PT. POMI
Author

Izzuki Muhashonah

Clinical pathologist

Follow Me
Other Articles
Previous

Menikmati Hortensia Bersama Bestie Dadakan

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    • About Me
    • Article
    • Hobbies

    Kategori

    • About me
    • Article
    • Fiksi
    • Healthy
    • Hobbies
    • KSJM
    • Mapara
    • News
    • Opini
    • Resensi
    • Story

    410664
    Total Visitors
    347
    Visitors Today
    59
    Live visitors

    New title

    410664
    Total Visitors

    New title

    347
    Visitors Today
    Copyright 2026 — Izzuki Muhashonah. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme