
Haruskah Resistensi Terjadi (Part 1)
Dimulai dari sebuah pertanyaan, bagaimana kebiasaan keluargamu mengonsumsi obat? Saya akan bercerita sedikit mengenai kebiasaan mengkonsumsi antibiotik tempo dulu di daerah saya bertinggal. Dan nantinya, akan saya ceritakan sedikit mengenai bagaimana kita harus mengkonsumsi antibiotik agar kita dapat menghindari terjadinya resistensi.
Teringat saat saya masih kecil, apabila ada yang sakit, misal sakit diare, orang tua selalu membeli obat ke toko. Obat itu bernama supertetra. Dan, ajaib nya, hampir semua macam penyakit diberikan supertetra itu dan sembuh. Setelah SMA, saya mulai mengenal banyak macam obat. Dan saya mulai menahu bahwa supertetra berisikan tetracycline. Berlanjut saya berkuliyah di fakultas kedokteran, semakin melek… bahwa jenis obat yang saat saya kecil menjadi pilihan obat semua penyakit termasuk golongan antibiotika yang penggunaannya harus betul-betul tepat, tepat indikasi, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara minumnya.

Antibiotika adalah jenis obat yang khusus digunakan sebagai obat untuk melawan infeksi akibat bakteri pada manusia, hewan ataupun tanaman. Jenis antibiotika ada dua macam, yaitu bakteriosid dan bakteriostatis. Beberapa antibiotika dapat digunakan untuk profilaksis atau menjaga jangan sampai terjadi infeksi akibat tindakan yang dilakukan.
Efek samping penggunaan antibiotik pun menjadi momok dalam pelayanan kesehatan. Kejadian reaksi alergi yang dipicu oleh penggunaan antibiotik menjadi salah satu penyebab utama pasien datang ke pelayanan gawat darurat di rumah sakit. Apakah Anda akan tetap mengonsumsi antibiotik secara sembarangan?
Penggunaan Antibiotika tersebut, secara awam dan tidak tepat akan menyebabkan resistensi antibiotika. Harusnya penyakit infeksi yang diderita dapat sembuh dengan obat tersebut, karena terjadi resistensi, obat antibiotika tersebut tidak mempan membunuh mikroorganisme yang bersarang di tubuh kita. Dan tubuh kita akan semakin lemah karena tidak ada obat yang dapat diandalkan.
Alhammdulillah, setelah saya masuk kedokteran, tidak ada lagi di rumah yang dengan mudah membeli supertetra. Dan tidak ada penyimpanan obat jenis antibiotika di rumah. Dan akan pergi berobat ke seorang dokter apabila menderita sakit tertentu dan mendapatkan resep dokter.
Saya berharap sahabat di seluruh Indonesia juga di penjuru dunia dapat menggunakan obat terutama jenis antibiotik dengan bijak. Sehingga tidak memicu adanya resistensi.
Pun penggunaan antibiotik dalam bidang pertanian, kehutanan dan peternakan. Banyak terjadi obat kadaluarsa dihancurkan dan diminumkan kepada ternak kita, atau disiramkan ketanah sekitar kita. Kita harus memahami, dosis yang diberikan pada lingkungan kita secara tidak tepat akan berbahaya bagi kita sendiri.
Perlu diketahui, industri tempat produsen antibiotika yang sebelum tahun 2020an sempat booming, saat ini sudah tidak ada semangat lagi dalam memproduksi antibiotika, karena baru saja dilaunching, segera terjadi resistensi. Kalah dengan bakteri resisten, sehingga dianggap tidak menguntungkan dan cenderung merugikan.
Haruskah resistensi terjadi? Dengan sikap dan pengetahuan kita yang bertambah, resistensi dapat kita kendalikan.
Yuks, marii mulai saat ini lebih bijaksana dalam mengonsumsi obat, terutama obat antibiotika. Agar tidak terjadi resistensi karena tindakan kita
🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan, SMA https://www.smasalaminpaciran.sch.id/; SMP https://smpalaminpaciran.sch.id/index.php
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id
Setujuu.. jangan minum antibiotik sembarangan, agar mempermudah pengobatan dokter yang tepat saat dibutuhkan 🙏🏻
Siap Ibu dokter