Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
KSJM

Srikandi Beton: Tempe dan Natto Menuju Ketahanan Bangunan

By Izzuki Muhashonah
May 16, 2026 5 Min Read
2

Saat grup IRo-Board of Trustee muncul pesan dari Prof. Imam tentang KSJM pekan ini, saya tidak menyangka bahwa tempe yang dimaksud adalah betul-betul bahan tempe. Mengapa disandingkan dengan bangunan, nah ini yang membuat saya langsung berpikir keras, apakah memang tempe dimasukkan kedalam adonan luluh atau hanya untuk makanan pekerjanya?

Ibu Dr. Eng. Januarti Jaya Ekaputri, adalah narasumber yang diundang oleh Prof. Imam Robandi untuk mengisi KSJM tanggal 15 Mei 2026 kali ini. Acara ini dimoderatori oleh perempuan energik berasal dari Kepualauan Riau, Mutiara Nur Pratiwi, lulusan Biologi IPB yang saat ini sedang mengambil S2-S3 di Tottori University. Uni Muti begitu dia disapa mengawali sapaan dengan menggunakan Bahasa Jepang sekaligus memperkenalkan narasumber.

Sebelum narasumber memberikan materi, Prof. Imam memberikan penyelarasan acara malam ini. Menurut Bunda Retno, OC KJSM 319 ini, KSJM tanpa kehadiran Prof. Imam bagaimana makan tanpa garam. Alhamdulillah Prof. Imam hadir dan menyapa kami semua dengan sangat teliti dan sesekali menyentil apabila ada dari kami yang belum kelar sekolah. Perempuan dengan civil enginering ini sangat langka dan istimewa. Tempe dan Natto, makanan Indonesia dan makanan Jepang dan kali ini disandingkan dengan bangunan.

Bu Yani, begitu beliau narasumber disapa, adalah seorang dosen Teknik Sipil ITS, merupakan Direktur Geopolimer Indonesia (2013 – sekarang) dan Wakil Presiden Asia Pasifix Woman Inventors and Inovators Network (2020 – sekarang) dengan segudang publikasi dan penghargaan. Tempe dan Natto merupakan makanan dengan nenek moyang sama, berasal dari kedelai yang telah terfermentasi. Tempe yang ditambahkan Rhizopus oligosporus atau yang dikenal dengan nama kapang akan menghasilkan bau khas. Pembuatan tempe harus sangat hiegienis agar menjadi tempe yang baik dan cantik. Natto adalah makanan asli Jepang terbuat dari kedelai kuning atau hitam dengan menambahkan bakteri Bacillus natto. Baunya luar biasa menyengat dan berlendir seperti tempe bosok berumur 4 hari. Natto ini dapat memberikan nutrisi tubuh yang baik dapat mengencerkan darah yang beku sehingga cocok untuk pasien jantung dan kolesterol tinggi. Tempe dan Natto mejadi makanan sehat.

Live Streaming KSJM 319|| Tempe dan Natto Menuju Bangunan Sehat (IRo-Society, 2026)

Srikandi beton sepertinya sebutan cocok untuk lulusan ITB dan Tokyo University ini. Beton menjadi sahabat karib Bu Yani yang harus dirancang dan dirawat dengan baik agar tidak mudah rusak. Saat membuat beton, harus menyiapkan komponen yang bersih, air harus bersih, pasir bukan pasir laut, kerikil harus bersih dan harus menggunakan semen yang berkualitas.

Bagaimana kita menyiapkan beton sedemikian rupa agar panjang umur dan sehat? Tahan ledakan, tahan karat, tahan asam, tahan garam, dan tahan radiasi nuklir. Pola pikir tempe dan natto ini yang menginspirasi Bu Yani sehingga menghasilkan rumus tempe dan natto untuk ketahanan bangunan. Tempe dan natto yang berasal dari kedelai yang terpisah-pisah menjadi terkoneksi karena jamur dan bakteri yang apabila semakin tua, akan tumbuh spora baru. Dari butir-butir kedelai mengalami perubahan dan terkoneksi melalui hyphae menjadi komponen padat ini, bagaimana kalau diaplikasikan ke bahan makro, seperti beton bangunan? Semua berawal dari butir-butir: semen, pasir, kerikil dan air dan akan berasosiasi dengan bantuan ragi tempe yang telah berbentuk kapang ini.

Virtual background KSJM 319 (Dokumentasi Tim KSJM 319, 2026)

Hyphae nya tumbuh dalam beton, karena kapang menghasilkan CO2 dan semen juga mempunyai komponen kapur (Ca) sehingga menghasilkan komponen baru, Calcite (Calsium carbonate) keras seperti gigi kita atau cangkang kerang. Setelah ditunggu, kapang menyatukan semen dan menghasilkan Calcite, sehingga lebih keras dan tidak mudah pecah.

Beton yang telah mengeras diukur kadar kapangnya, didapatkan kuat tekan sampai 45.540 CFU/g conctete dan setelah 90 hari masih didapatkan kuat tekan 1.341 CFU/g concrete, dan kapang masih dapat berkembang dalam beton. Saat ini dapat dibeli cairan initial microbes ini. Saat dimasukkan kedalam beton, kapang-kapang tadi bersinergi dengan kapur dan memperkuat beton. Proses pembuatan tempe yang harus ditusuk-tusuk untuk memasukan udara, maka ini juga berlaku pada beton yang sengaja kita retakkan dengan lebar 0,3 mm, ini akan sembuh sendiri (self healing). Udara yang masuk dalam retakan tersebut akan membangunkan jamur tempe, termasuk juga ada interfensi dari air dan udara akhirnya kapang ini berkembang dan akhirnya menutup celah beton tersebut. Hal ini berarti apabila pembuatan beton ini sudah diberi vitamin dan disehatkan dari awal, akan mudah terjadi self healing apabila ada kerusakan kecil.

Saat penelitian ini selesai, hasil ini diaplikasikan dan didapatkan hasil beton yang dihasilkan lebih kuat. Dengan menambahkan tempe dalam pembuatan beton, semen dapat dikurangi hingga 40%. Bak air yang sengaja dipatahkan dan ditambal kembali dengan semen yang sudah diberi kapang. Hari pertama – hari ketiga diuji coba, bak air tetap bocor namun sudah mulai berkurang di hari keempat. Kemudian dalam waktu 100 hari sudah menyatu dan tidak ada kebocoran lagi. Kapang sudah menutup penuh retakan yang terjadi.

Tidak semua orang menyukai natto, karena aroma dan lendir yang dihasilkan yang masih menempel di sendok saat selesai makan. Natto di Jepang ini beraroma kuat dan berlendir. Saat dibawah mikroskop dengan pembesaran 5.000x, banyak sekali bakteri yang ditemukan. Sama dengan tempe, saat diaplikasikan di beton, bakteri akan berasosiasi calsium dan CO2 ini kemudian berserat dan melapisi beton tersebut sehingga lebih kuat. Lubang-lubang akan terlapisi serat yang dihasilkan bakteri ini.

Kuat tekan bangunan rumah yang dibutuhkan adalah 30 MPa (mega Pascal) dan untuk jembatan mencapai 50 MPa. Bu Yani menguji beton ini dengan menenggelamkan 2000 pcs beton di laut. Sejumlah 1000 beton ditenggelamkan di laut dengan air pasang dan 1000 beton di daerah pasang surut. Beberapa beton ada yang ditumbuhi kerang dan sampai barnekels namun untuk kekeuatan beton masih sama, semua tidak ada penurunan kuat tekan. Dengan kuat tekan yang masih tetap tinggi, jumlah semen terkurangi antara 30% sampai 50% sehingga menurunkan harga produksi. Semen merupakan komponen beton yang paling mahal dan menghasilkan emisi CO2 dan ini dapat diselamatkan oleh tempe. Emisi CO2 dapat menurun sampai 44% dengan pengurangan jumlah semen yang dibutuhkan untuk membuat beton.

Bagaimana dengan Anda, apakah akan merenovasi rumah atau membuat bangunan Anda menggunakan tempe tanpa kedelai atau natto tanpa kedelai? atau tetap menggunakan hitungan semen konvensional yang lebih mahal?

🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan, SMA https://www.smasalaminpaciran.sch.id/; SMP https://smpalaminpaciran.sch.id/index.php
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id

Post Views: 30

Tags:

Bangunan SehatClinical PathologistDr. Eng. Januarti Jaya EkaputriEmpowering and EnlighteningIRo-SocietyIzzuki MiftahIzzuki MuhashonahKapangKetahanan BangunanLiterasiNattoProf. Imam RobandiTempe
Author

Izzuki Muhashonah

Clinical pathologist

Follow Me
Other Articles
Previous

Menu Khas Paciran Lamongan

Next

Serba Serbi Mapara 2025

2 Comments
  1. Endang Supriyati says:
    May 16, 2026 at 12:27 pm

    Masyaa Allah. Mantap poll bu dokter. Amazing

    Reply
    1. Izzuki Muhashonah says:
      May 16, 2026 at 10:39 pm

      Terima kasih Bunda Endang, doakan saya rajin ya, matur nuwun

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About Me
  • Article
  • Hobbies

Kategori

  • About me
  • Article
  • Fiksi
  • Healthy
  • Hobbies
  • KSJM
  • Mapara
  • News
  • Opini
  • Resensi
  • Story

390866
Total Visitors
46
Visitors Today
16
Live visitors

New title

390866
Total Visitors

New title

46
Visitors Today
Copyright 2026 — Izzuki Muhashonah. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme