Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

Izzuki Muhashonah

IRotizen, Empowering and Enlightening

  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
  • Home
  • About Me
  • Article
  • Hobbies
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Article

Seorang Penyiar dan Taman Kota

By Izzuki Muhashonah
September 18, 2023 2 Min Read
6

#CatatanPerjalanan-07: Suhubdy Yasin

Suatu ketika di kota Chicago, saya sightseeing di tengah kota, tiba-tiba saya disentak oleh suatu patung perunggu yang tingginya 2,0 m dari permukaan tanah. Setelah saya abadikan diri saya di tempat itu, saya lanjutkan membaca  keterangan yang tertulis di bagian keempat sisi dari monumen kecil dan sederhana  itu.

Yang dipatungkan itu namanya JACK BRICKHOUSE, seorang penyiar terkenal yang hidup sejak 1917 hingga 1998. Pria itu dikenal seantero America dan globe karena suara khas dan menyiarkan segala event baseball dari stasion radio sejak zaman “kuda gigit besi” hingga ke zaman TV-modern. Saking terkenalnya, salah satu penggemarnya adalah Pope Paul VI dan ia mendapatkan Piagam Penghargaan dari si Paus. Tidak hanya itu, berbagai penghargaan telah diperolehnya. Selengkapnya, siapa dia dan apa prestasinya, silakan simak pada keterangan pada foto ilustrasi!

Saya tidak begitu hafal tentang patung itu,  tapi yang saya kagumi adalah bagaimana orang/warga America atau Government of America menghargai warga negaranya. Membuat patung buat mereka tak ada masalah. Patung itu didirikan di depan salah satu taman kota, tepatnya di depan kantor Chicago Tribune, menghadap jalan raya Michigan Avenue yang sangat terkenal sebagai urat nadi aktivitas keseharian di downtown Chicago. Hampir semua orang yang lewat di depan patung itu dapat membaca dan menyimak keterangan yang ada di bagian depan dan bagian lain ketiga sisinya. Selain memperindah suasana taman kota, patung itu menjadi tempat dan prasasti yang informatif dan menjadi simbol apresiasi terhadap warga negaranya dan menarik bagi turis-turis.

Sependek pengetahuan saya, jika ia adalah orang Indonesia, sebut saja seorang seperti “Sambas Mangundikarta” (21 September 1926 – 30 Maret 1999) adalah seorang penyiar dan pencipta lagu, penyiar sepak bola yang terkenal hingga orang di pelosok mengenal dia walaupun tidak dikenal secara langsung, di zamanya. Maaf, hingga kini belum pernah ada patung dari pemerintah. Kalau di tanya ke generasi muda siapa Sambas itu? mungkin tak begitu faham dibanding dengan nama para koruptor dan/atau penyanyi korea di negeri ini. Penghargaan tidakk mesti diberikan berupa sejumlah uang atau rumah mewah, dan lain-lain., mungkin cukup dibangun monumen kecil semisal bangku taman dan pada benda yang di bangun itu dituliskan nama seseorang yang akan kita persembahkan. Kira-kira itulah secuil pengalaman yang saya peroleh ketika menyaksikan suatu patung di suatu taman kota di kota Chicago atau kota lain di AS. Patung itu sungguh mengesankan saya. Saya telah belajar banyak hal pada wujud patung itu. Semoga tulisan pendek ini dapat menggugah kita semua dalam rangka mengedukasi masyarakat dan bangsa tentang apa pun yang kita kerjakan sesungguhnya akan tetapi ada manfaatnya dan harus dihargai sebagai suatu prestasi. Semoga!
——-
_Downtown Chicago, 16 September 2023._

Kontributor: Suhubdy Yasin

Post Views: 376

Tags:

ChicagoEmpowering and EnlighteningGuru Besar MataramIRo-SocietyIzzuki MiftahIzzuki MuhashonahMataramPenyiarProf. Imam RobandiProf. Suhubdy Yasin
Author

Izzuki Muhashonah

Clinical pathologist

Follow Me
Other Articles
Previous

Donor Darah: Sekantong Menyelamatkan Jiwa

Next

IDI Adakan Baksos Kolaboratif Organisasi Profesi: Cegah Stunting Sedini Mungkin

6 Comments
  1. Syofni Erita says:
    September 18, 2023 at 9:56 am

    Masya Allah begitu orang di luar menghargai seseorang, semoga pemerintah kita mulai dapat menghargai para pahlawan, orang berjasa di negara Indonesia. Semoga suatu saat akan terwujud. Terima kasih Prof. Suhubdy. Terima kasih dr. Izzuki.

    Reply
    1. admin says:
      September 18, 2023 at 10:49 am

      Sami-sami amak dear
      Iya betul sekali Amak
      Penghargaan yang diberikan berbeda-beda di setiap negara

      Reply
      1. Abunawas says:
        September 18, 2023 at 1:19 pm

        Setiap orang dapat menunjukkan eksistensi dirinya dengan karya.

        Reply
        1. admin says:
          September 18, 2023 at 1:23 pm

          inggih sepakat Ustadz
          semoga kita dapat mengapresiasikan eksistensi kita ya Tadz
          matur nuwun

          Reply
  2. Endang Supriyati says:
    September 18, 2023 at 4:03 pm

    Terima kasih Prof. Suhubdy Yasin, sepenggal pengalaman yang sangat bermakna. Terima kasih bu dokter Izzuki.

    Reply
    1. admin says:
      September 18, 2023 at 4:48 pm

      Sami-sami bunda Endang,semoga bermanfaat

      Reply
Show Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About Me
  • Article
  • Hobbies

Kategori

  • About me
  • Article
  • Fiksi
  • Healthy
  • Hobbies
  • KSJM
  • Mapara
  • News
  • Opini
  • Resensi
  • Story

410031
Total Visitors
122
Visitors Today
36
Live visitors

New title

410031
Total Visitors

New title

122
Visitors Today
Copyright 2026 — Izzuki Muhashonah. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme