
Empat Jam Bersama Bunda Retno
Siapa yang tidak mengenal Bunda Retno Kuntjorowati, seorang priyayi yang bertinggal di Kota Cirebon? Saat Anda menjadi anggota IRo-Society, pasti Anda akan mengenal sosok Bunda Retno. Yah, beliau adalah Bunda Retno Kuntjorowati, priyayi yang lahir di Solo, seorang guru SMK yang sampai masa purna tetap menjadi teladan siswa dan teman sesama guru. Aktivitas harian Bunda Retno dan juga keuletannya dalam menjalankan roda organisasi menjadi teladan saya. Bunda Retno telah menjalani masa purna tugas sebagai guru dan kepala sekolah di SMK Kota Cirebon dengan elok dan bermartabat. Kesehariannya didedikasikan untuk kegiatan ummat dan mencetak generasi muda yang berkarakter.
Saat Mbak Aini (sekretaris eksekutif PDS PatKLIn) mengirim undangan rapat kerja Pra Konas (Kongress Nasional) PDS PatKLIn untuk tanggal 1-3 Agustus 2025 pada tanggal 18 Mei 2025, saya auto berpikir, bagaimana kalau saya mampir sejenak ke ndalem Bunda Retno? Rapat kerja ini digelar di Kota Bandung, sehingga apabila saya menaik kereta dari Stasiun Probolinggo, maka saya harus transit terlebih dahulu di Stasiun Cirebon. Dan…. ternyata tidak ada kereta dalam waktu dekat yang membawa saya ke Bandung, sehingga saya menyempatkan diri dolan ke ndalem Bunda Retno langsung. Apalagi Bunda Retno juga sudah pernah menyampai di rumah saya, di Kraksaan. Masyaa Allah, selain aktivitas yang luar biasa padat, Bunda Retno juga terkenal dengan rajin silaturahim. Setiap menjumpai kota asal sahabat, beliau akan mampir dan menyempatkan bercengkrama dengan ramah dan akrab.
Taraaaa… Alhamdulillah akhirnya, saya sampai juga ke ndalem Bunda Retno. Kerenta Pendalungan yang saya tumpangi menyampai di Kota Cirebon pada pukul 05.00 pagi. Segera saya keluar stasiun dan mencari gocar untuk membawa saya ke ndalem beliau, berbekal google maps. Ternyata kedatangan saya sudah dinanti dan ditunggu oleh beliau. Beliau menyiapkan masakan garang asem ayam yang masyaa Allah, segar dan nikmat. Akhirnya minuman jahe istimewa dan obrolan ngalor ngidul sepanjang IRo-Society dan sekitarnya menemani pagi hari saya di Kota Cirebon. Tidak lupa, beliau menceritakan bagaimana rindunya seorang anak akan masakan orang tuanya. Saat itu, saya menikmati garang asem ayam buatan Bunda Retno yang menjadi masakan kesukaan putri-putri beliau, Mbak Diah dan Mbak Dina.

Bunda Retno, selama apapun kita berjumpa, selalu ada obrolan yang meningkatkan semangat saya. Bunda Retno selalu berpikir untuk ummat. Saat Kajian Spesial Jum’at Malam (KSJM) berlangsung, Bunda Retno selalu berperan aktif bahkan saat tidak ada keharusan Bunda Retno untuk bergabung. Suatu saat saya menanya kepada beliau: “Mengapa Bunda Retno sangat bersemangat?” Beliau menjawab: “Organisasi itu kalau bukan kita yang menghidupkan, siapa lagi?”
Bunda Retno adalah tokoh masyarakat dan pegiat literasi yang dikenal luas di Cirebon Raya. Beliau merupakan tokoh penting yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kota dan Kabupaten Cirebon. Aktivitas Bunda Retno mulai dari aktif menghidupkan sekolah-sekolah PAUD sampai SMA di Kota CIrebon, memberdayakan lansia, menangani pasien-pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), beliau juga aktif dan sangat produktif menulis. Pegiat literasi ini setiap tahun paling tidak menghasilkan dua buku untuk kita nikmati bersama.
Bagaimana dengan saya dan Anda? Apakah saya dan Anda sudah menghasilkan buku tahun kemarin, bulan kemarin, tahun kemarinnya lagi? Mari kita perkuat literasi kita! Bismillah
🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan, SMA https://www.smasalaminpaciran.sch.id/; SMP https://smpalaminpaciran.sch.id/index.php
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id