Berbicara mengenai kampung halaman, pasti tidak luput dari kulinernya. Kuliner atau makanan khas setiap kampung halaman mempunyai jenis dan cita rasa berbeda. Begitu pula dengan kuliner Paciran yang menggugah selera. Saya dilahirkan dan dibesarkan di Desa Tunggul, yang terletak di Kecamatan Paciran, Kab. Lamongan. Sebagai desa di sepanjang pantai utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan pantura, pastilah menu yang disuguhkan tidak jauh dari laut dan pantai. Kuliner pantura menjadi kuliner yang tidak dapat saya temui di tempat lain. Pun semisal ada menu yang sama, tetap dengan cita rasa yang berbeda.
Beberapa kali teman saya dari Kab. Probolinggo sengaja mengagendakan dolan ke Lamongan, dan tentunya salah satu tujuannya adalah berkunjung ke rumah Bapak Ibu saya di Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan. Saat berkunjung ke ndalem Bapak Ibu inilah, ibu saya selalu menyajikan makanan khas yang berbeda dengan tempat lainnya. Bahan dasar menu yang disediakan oleh ibu saya dan yang tersedia mulai dari hasil laut, hasil panen petani dan juga peternak sapi.
Saat perayaan puncak Hari Bakti Dokter Indonesia di Kabupaten Tuban, tanggal 1 Juni lalu, teman-teman dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cab. Kab. Probolinggo mampir ke rumah bapak ibu saya. Singkat cerita selain melakukan bakti sosial penyuluhan dan pemeriksaan untuk santri, teman-teman dokter juga menikmati makanan khas Ciran (kependekan dari Paciran) di rumah. Ada garang asem Ikan Manyung, ada kothokan ikan pari, ada gimbal jagung udang, ada gimbal urang, ada krawu sayur dan ditemani minuman khas Paciran. Dawet ental dan legen menjadi pamungkas dan dinanti teman-teman saya. Jajanan yang disuguhkan ibu ada jumbreg, wingko dan juga jenang jawi. Semua dibuat oleh ibu dan tim nya. Alhamdulillah, semua merasa gembira menikmati masakan tersebut.
Garang Asem Manyung
Kuliner ikan manyung mungkin hanya didapatkan di sekitar pantura. Manyung adalah ikan berkumis (Siluriformes), sekilas mirip dengan ikan lele bentuknya. Manyung memiliki nama ilmiah Arius thalassinus. Orang biasa menyebut dengan lele laut. Manyung ini banyak dijumpai di tepi pantai utara Jawa. Kepala ikan manyung oleh orang pantura dimasak menjadi olahan garang asem dan mangut yang lezat dan cukup mahal. Dan… masakan ikan manyung di beberapa daerah, seporsi garang asem atau mangut kepala manyung ini dihargai sekitar 50 -100 ribu rupiah.

Manyung yang biasa dimasak dengan bumbu garang asem dan mangut menjadi favorit. Saat berkunjung di rumah, garang asem menjadi pilihan masakan yang disantap. Garang asem mempunyai cita rasa asam pedas yang pas, ditambah dengan daging ikan yang menempel di kepala manyung yang lembut membuat penikmat manyung tidak dapat berhenti makan. Kepala manyung memang nikmat di titili dan di sesep-sesep. Daging yang ada dibagian kepala manyung, seperti di bagian pipi dan sekitar mata sangat lezat dan terasa gurih nampol. Apalagi saat mengeluarkan daging dari sela-sela tulang kepala, terasa sekali kenikmatan menikmati garang asem kepala manyung ini.
Resep Garang Asem Ikan Manyung
Resep diambil dari cookpad https://cookpad.com/id/r/24867931
Bahan: Kepala ikan manyung
Bumbu: garam, cabe merah k eriting, tomat, daun salam, daun jeruk, jeruk nipis, bawang goreng
Bumbu Halus: bawang merah, bawang putih, cabe rawit (sesuai kepedasan). lengkuas, kunyit, kemiri, ketumbar, terasi, asam jawa dan/atau belimbing wuluh.
Cara memasak:
1. Bersihkan ikan (kepala dibelah tengah), marinasi dengan jeruk nipis dan garam selama 15 menit. Siapkan bumbu halus
2. Tumis bumbu halus dengan menambahkan daun salam dan daun jeruk hingga harum dan benar-benar matang. Masukkan ikan yang telah dimarinasi.. ratakan bumbu
3. Tambahkan air hingga ikan tenggelam, masukkan tomat, irisan cabai, dan bawang goreng. Seasoning dengan garam dan penyedap rasa. Masak hingga matang dan kuah sedikit menyusut, jangan lupa tes rasa
4. Garang asem manyung siap dihidangkan
Selain di masak sebagai garang asem dan mangut, ikan manyung juga laris dibuat ikan asin. Ikan asin manyung di tempat saya lahir dan dibesarkan disebut iwak (ikan asin) bambangan, dan didaerah lain menyebutnya ikan asin jambal roti. Iwak bambangan ini adalah bagian badan ikan manyung yang diasinkan dan dikeringkan. Daging nya yang tebal dan mrepul saat dimasak membuat iwak bambangan ini laris manis meskipun harga cukup mahal. Bambangan ini sering di masak menjadi botok bambangan dan dapat juga digoreng dan dioseng, sesuai selera yang masak dan yang makan.
Kothokan Ikan Pee, Ikan Pari
Masakan berikutnya dalah kothokan iwak pee. Iwak pee atau yang orang kenal dengan ikan pari ini hidup di dasar laut. Ikan pari dapat hidup dengan berbagai macam habitat mulai dari pantai sampai laut dalam. Ternyata ikan pari ini merupakan hewan yang dilindungi, terutama pari manta. Nah, bagaimana ikan pari yang kita konsumsi? Selamat merenung ya…

Meskipun banyak kontroversi, ternyata iwak pee atau ikan pari ini merupakan ikan yang sangat lezat untuk dinikmati. Daging tebal dan gurih juga tulang muda yang kres kres saat disantap menjadikan ikan ini cocok dimasak dengan bumbu kothokan. Kothokan pee ini enak dinikmati dengan bumbu yang pedas maksimal, terlihat cabe rawit bertebaran dalam kuah kothokan ini. Saat disandingkan dengan nasi hangat, masakan ini membuat kita enggan untuk mengakhiri acara makan.
Urap-urap Krawu Sayur
Berbicara mengenai krawu, kita akan otomatis pikiran melanglang buana ke daerah Kabupaten Gresik. Inilah bedanya, di Paciran, krawu itu sama dengan urap-urap kalau di daerah lain. Masakan yang terdiri dari rebusan berbagai macam sayur yang ditambah dengan toping kelapa parut dengan bumbu yang merangsang nafsu makan. Sayur dalam krawu sayur yang disajikan kemarin adalah daun singkong, kecambah, dan bunga pepaya. Nah, bunga pepaya inilah yang membuat krawu itu menjadi lebih berwarna, selain rasa gurih dan lemak, juga terasa agak pahit yang nikmat. Bukan pahit seperti jamu atau obat pahit yang tidak diminati.

Gimbal Urang
Gimbal urang di desa saya ini disebut juga sebagai peyek udang di tempat lain. Makanan berbahan dasar tepung beras dengan bumbu jangkep atau bumbu lengkap dan ditambah udang ini menjadi makanan istimewa karena rasanya. Rasa gurih dan harumnya udang yang lezat membuat yang menikmati ingin dan ingin mencicipi lagi. Gimbal urang ini dilengkapi dengan irisan daun bawang dan irisan daun jeruk, sehingga menambah harum cita rasa gimbal.

Dawet Ental
Ental dalam Bahasa Lamongan, di daerah lain disebut juga sebagai lontar, siwalan, tala, bahkan di Nusa Tenggara Timur menyebut sebagai pohon tua. Semua bagian dari pohon ental ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Daunnya dapat digunakan untuk membuat ketupat, membuat anyaman wadah, membuat kerajinan lain, membuat bungkus jumbreg. Batang daun atau pelepah batang dapat digunakan sebagai kayu bakar ataupun dibuat sebagai dinding dan atap rumah. Batang utama dapat digunakan sebagai dinding maupun tiang rumah.
Buah ental inilah yang digunakan sebagai isian dawet di daerah Paciran. Ental yang masih muda dipanen, setelah itu dikupas dan dicincang kecil. Selanjutnya kita harus menyediakan santan untuk kuah dawetnya dan ditambah dengan gula jawa atau gula aren sebagai pemanis. Terakhir, saat kita mempunyai pandan wangi, bolehlah ditambahkan pandan wangi agar lebih harum dan menarik.
Legen
Legen adalah minuman yang sangat istimewa, dia hanya disebut sebagai legen saat 0 – 6 jam setelah dipanen dari pohon ental. Setelah 6 jam, minuman legen akan mengalami fermentasi dan berubah menjadi tuak atau arak yang dapat mengandung alkohol dan lama kelamaan akan dapat memabukkan. Fermentasi legen ini disebabkan karena legen atau nira ini mengandung banyak sukrosa. Legen disebut pula sebagai nira, yang diambil dari pohon ental yang sudah cukup tua. Legen ini adalah getah dari bunga atau mayang jantan. Konon 1 pohon siwalan dapat menghasilkan 10 – 15 liter legen ini apabila cukup umur.
Saat kita membeli legen, terutama yang asli, pastikan kita membawanya dengan baik, agar tidak kecewa saat menyampai di rumah. Apabila kita dapat mengakses freezer, sebaiknya legen dimasukkan freezer sampai beku, baru dibawa keliling ke tempat yang dituju. Meskipun legen yang dimasukkan dalam freezer tetap mengalami fermentasi, namun hal ini lumayan membantu karena proses fermentasi menjadi terlambat. Apabila dibawa dalam kondisi cair dan asli dari pohonnya, tutup botol tempat legen tidak boleh terlalu kencang ditutup. Setiap jam sebaiknya dikendorkan, agar gas fermentasi keluar dan tidak meletup keras.
Kuliner tanah kelahiran memang selalu menggugah selera. Apapun menu yang disajikan adalah menu istimewa masa kanak-kanak. Lain kali kita kupas mengenai jajanan khas Kabupaten Lamongan, dan kita dapat menikmati langsung saat kita berkunjung ke rumah Ibu di Lamongan.
🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan
Ketua Yayasan Al Amin Tunggul Paciran Lamongan https://www.smasalaminpaciran.sch.id/
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Waluyo Jati dan Rumah Sakit Rizani Probolinggo
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya https://s1kedokteran.fk.unesa.ac.id

Menu jawatimuran emang bikin ketagihan
wah, ini betul betul betul, sepakat